Menteri Komunikasi dan Informatika Prof Muh. Nuh DEA menegaskan, pemerintah tidak akan membatasi pemberitaan media apapun, termasuk tayangan televisi yang jauh dari kata mendidik yang akhir-akhir ini marak dan dikeluhkan oleh para orang tua.
"Pemerintah tidak akan membatasi tayangan televisi, tetapi isi dari sajian atau tayangan itu yang harus dikaji dan disoroti serta harus mencakup empat aspek penting bagi perkembangan masyarakat terutama anak-anak," katanya usai membuka Seminar Nasional dan "Training Of Trainer" (TOT) "Gerakan Melek Media Menuju Keluarga Sakinah" di Unmuh Malang, Minggu.
Menurut dia, empat aspek yang harus diterapkan oleh media, baik cetak maupun elektronik dalam menyampaikan informasinya adalah yang mengandung unsur pendidikan, pemberdayaan, pencerahan dan memperkuat basis nasionalisme.
Ia mengakui, dalam program penyiaran atau penyampaian informasi terutama yang berkaitan dengan media elektronik, sudah ada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan di daerah juga ada KPID serta lembaga agama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Oleh karena itu, lembaga-lembaga tersebut harus diefektifkan untuk meminimalisir dampak negatif sebuah tayangan.
Selain mengefektifkan lembaga-lembaga yang punya kewenangan seperti KPI (KPID), katanya, pemerintah juga mendorong berbagai pihak termasuk keluarga sebagai "information provider" bukan sebagai "customer".
Kalau ada yang bilang media televisi atau handphone (HP) itu jelek, kata mantan Rektor ITS itu, itu salah. Yang jelek itu bukan medianya (TV atau HP), tetapi isinya yang jelek dan harus diubah, agar tidak membentuk opini-opini negatif di kalangan masyarakat.
Ia mencontohkan, tayangan TV atau pemberitaan media yang terus menerus menonjolkan kondisi bangsa sedang krisis dan kritis akan membentuk opini masyarakat yang menakutkan, sehingga masyarakat panik dan tidak terkendali.
"Peran media ini sangat penting, sehingga kami (Kominfo) memberi garis dan rambu-rambu dengan empat aspek penting tersebut. Namun bukan berarti pemerintah ingin memberikan batasan informasi bagi media," katanya menegaskan.
Senin, 15 Juni 2009
Menkominfo Tak Akan Batasi Tayangan TV
Diposting oleh ItzMe_Nindee di 04.00 0 komentar
Sinetron Mulai Tergeser Reality Show
Sebagai sebuah tayangan hiburan, sinetron dianggap masih memiliki daya tarik yang kuat di mata penonton. Namun fenomena demikian kiranya mulai terhapus dengan maraknya tayangan reality show belakangan ini. Bahkan dapat mencapai rating tinggi. Tahun lalu, reality show yang cukup menyita perhatian masyarakat seperti "Konser Dangdut Indonesia", "Mamamia", "Supermama Seleb Show", "Indonesia Idol", "Stardut", dan lain-lain. AC Nielsen pun mencatat pada minggu ke 0752 reality show "Supermama Seleb Show" berhasil menembus peringkat pertama dengan rating 9,2% dan share 30,4%. Sedangkan "Stardut" yang juga disiarkan Indosiar, memperoleh rating 7,5% dan share 29,3%. Sementara "Dangdut Mania" TPI mendapat rating 3,4% share 10,3%.
Angka tersebut cukup mengejutkan mengingat program "Stardut" dan "Mamamia" merupakan terobosan baru yang tak hanya menghibur namun pula bermuatan pendidikan, di mana peran orang tua sangat kuat dalam mensukseskan karier anak. Demikian juga dengan si anak yang semestinya hormat, patuh, serta menghargai usaha orang tuanya.
Reality show "Supermama Seleb Show" sendiri cukup menghibur. Bukan lantaran pesertanya dari kalangan selebriti tapi kemasan acaranya cukup menarik. Ditambah dengan celotehan dua pembaca acara, Eko Patrio dan Ruben Onsu. Sehingga para komentator seperti Ivan Gunawan, Hetty Koes Endang plus komentator tamu menambah semaraknya acara tersebut. Demikian keterangan yang diterima Kapanlagi.com belum lama ini dari Indosiar.
Diposting oleh ItzMe_Nindee di 03.58 1 komentar
Jenis-Jenis Film
Film Dokumenter (Documentary Films)
Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya Lumiere bersaudara yang berkisah tentang perjalanan (travelogues) yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Tiga puluh enam tahun kemudian, kata ‘dokumenter’ kembali digunakan oleh pembuat film dan kritikus film asal Inggris John Grierson untuk film Moana (1926) karya Robert Flaherty. Grierson berpendapat dokumenter merupakan cara kreatif merepresentasikan realitas (Susan Hayward, Key Concept in Cinema Studies, 1996, hal 72). Sekalipun Grierson mendapat tentangan dari berbagai pihak, pendapatnya tetap relevan sampai saat ini. Film dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan. Namun harus diakui, film dokumenter tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Intinya, film dokumenter tetap berpijak pada hal-hal senyata mungkin. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul berbagai aliran dari film documenter misalnya dokudrama (docudrama). Dalam dokudrama, terjadi reduksi realita demi tujuantujuan estetis, agar gambar dan cerita menjadi lebih menarik. Sekalipun demikian, jarak antara kenyataan dan hasil yang tersaji lewat dokudrama biasanya tak berbeda jauh. Dalam dokudrama, realita tetap menjadi pegangan. Kini dokumenter menjadi sebuah tren tersendiri dalam perfilman dunia. Para pembuat film bisa bereksperimen dan belajar tentang banyak hal ketika terlibat dalam produksi film dokumenter. Tak hanya itu, filmdokumenter juga dapat membawa keuntungan dalam jumlah yang cukup memuaskan. Ini bisa dilihat dari banyaknya film dokumenter yang bisa kita saksikan melalui saluran televisi seperti program National Geographic dan Animal Planet. Bahkan saluran televisi Discovery Channel pun mantap menasbih diri sebagai saluran televisi yang hanya menayangkan program documenter tentang keragaman alam dan budaya.
Selain untuk konsumsi televisi, film dokumenter juga lazim diikutsertakan dalam berbagai festival film di dalam dan luar negeri. Sampai akhir penyelenggaraannya tahun 1992, Festival Film Indonesia (FFI) memiliki kategori untuk penjurian jenis film dokumenter. Di Indonesia, produksi film dokumenter untuk televisi dipelopori oleh stasiun televisi pertama kita, Televisi Republik Indonesia (TVRI). Beragam film documenter tentang kebudayaan, flora dan fauna Indonesia telah banyak dihasilkan TVRI. Memasuki era televisi swasta tahun 1990, pembuatan film dokumenter untuk televisi tidak lagi dimonopoli TVRI. Semua televisi swasta menayangkan program film dokumenter, baik produksi sendiri maupun membelinya dari sejumlah rumah produksi. Salah satu gaya film dokumenter yang banyak dikenal orang, salah satunya karena ditayangkan secara serentak oleh lima stasiun swasta dan TVRI adalah Anak Seribu Pulau (Miles Production, 1995). Dokudrama ini ternyata disukai oleh banyak kalangan sehingga sekitar enam tahun kemudian program yang hampir sama dengan judul Pustaka Anak Nusantara (Yayasan SET, 2001) diproduksi untuk konsumsi televisi. Dokudrama juga mengilhami para pembuat film di Hollywood. Beberapa film terkenal juga mengambil gaya dokudrama seperti JFK (tentang presiden Kenedy), Malcom X, dan Schindler’s List.
Film Cerita Pendek (Short Films)
Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak negara seperti Jerman, Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan juga Indonesia, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi.
Film Cerita Panjang (Feature-Length Films)
Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop umumnya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata berdurasi hingga 180 menit.
Profil Perusahaan (Corporate Profile)
Film ini diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan dengan kegiatan yang mereka lakukan, misal tayangan “Usaha Anda” di SCTV. Film ini sendiri berfungsi sebagai alat bantu presentasi atau promosi.
Iklan Televisi (TV Commercial)
Film ini diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk(iklan produk) maupun layanan masyarakat (iklan layanan masyarakat atau public service announcement/PSA). Iklan produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan secara eksplisit, artinya ada stimulus audio-visual yang jelas tentang produk tersebut. Sedangkan iklan layanan masyarakat menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Dengan demikian, iklan layanan masyarakat umumnya menampilkan produk secara implisit.
Program Televisi (TV Programme)
Program ini diproduksi untuk konsumsi pemirsa televisi. Secara umum, program televisi dibagi menjadi dua jenis yakni cerita dan noncerita. Jenis cerita terbagi menjadi dua kelompok yakni fiksi dan nonfiksi. Kelompok fiksi memproduksi film serial (TV series), film televisi/FTV (populer lewat saluran televisi SCTV) dan film cerita pendek. Kelompok nonfiksi menggarap aneka program pendidikan, film dokumenter atau profil tokoh dari daerah tertentu. Sedangkan program non cerita sendiri menggarap variety show, TV quis, talkshow, dan liputan berita (news).
Video Klip (Music Video)
Video klip adalah sarana bagi produser music untuk memasarkan produknya lewat medium televisi. Dipopulerkan pertama kali lewat saluran televisi MTV tahun 1981. Di Indonesia, video klip ini sendiri kemudian berkembang sebagai bisnis yang mengiurkan seiring dengan pertumbuhan televisi swasta. Akhirnya video klip tumbuh sebagai aliran dan industri tersendiri. Beberapa rumah produksi mantap memilih video klip menjadi bisnis utama (core busines) mereka. Di Indonesia tak kurang dari 60 video klip diproduksi tiap tahun.
Diposting oleh ItzMe_Nindee di 03.56 0 komentar
Type of Shot
1. Big Close Up atau Extreme close up
Ukuran close up dengan framing lebih memusat / detail pada salah satu bagian tubuh
atau aksi yang mendukung informasi peristiwa jalinan alur cerita.
2. Close Up
Framing pengambilan gambar, dimana kamera berada dekat atau terlihat dekat dengan
subyek, sehingga gambar yang dihasilkan subyek memenuhi ruang frame. disebut juga
dengan close shot.
3. Medium Close Up
Pengambilan gambar dengan komposisi framing subyek lebih jauh dari close up namun
lebih dekat dari medium shot.
4. Medium shot
merekam gambar subyek kurang lebih setengah badan. Pengambilan gambar dengan
medium shot biasanya digunakan kombinasi dengan follow shot terhadap subyek
bergerak. hal ini dimaksudkan untuk memperlihatkan detil subyek dan sedikit
memberi ruang pandanh subyek-nose room.
5. Medium Full Shot
Memberi batasan framing tokoh sampai 3/4 ukuran tubuh.
6. Full shot
pengambilan gambar dengan subyek secara utuh dari kepala sampe kaki
7. Medium Long shot
framing camera dengan mengikutsertakan setting, sebagai pendukung suasana.
8. Long shot
Type of shot dengan ukuran framing diantara MLS dan ELS
Diposting oleh ItzMe_Nindee di 03.29 0 komentar
Cara Pinter Bikin Film Dokumenter
Membuat film bukanlah suata hal yang sulit. Jika kita ingin membuat film, maka kita harus lebih dulu tahu pengertian film dan jenis apa yang akan kita buat. Cara membuat film dokumenter yang ditulis oleh Fajar Nugroho dalam bukunya ini dapat membimbing kita dalam proses pembuatan film dokumenter. Kurangnya minat masyarakat kita terhadap film dokumenter karena film dokumenter dahulunya mengunakan topik yang kaku dan tidak menghibur penonton.
Dalam membuat film dokumenter yang kita rekam harus berdasarakan fakta yang ada. Jadi film dokumenter adalah suata film yang mengandung fakta dan subjektivitas pembuatnya. Artinya apa yang kita rekam memang berdasarkan fakta yang ada, namun dalam penyajiannya kita juga memasukkan pemikiran-pemikiran kita.
Dalam membuat film dokumenter ada langkah-langkah dan kiat bagaimana film yag kita produksi disenangi oleh penonton dan tidak memakan biaya yang besar saat memproduksinya.. Langkah yang harus kita tempuh dalam membuat film dokumenter adalah pertama, menentukan ide. Ide dalam membuat film dokumenter tidaklah harus pergi jauh-jauh dan memusingkan karena ide ini bisa timbul dimana saja seperti di sekeliling kita, di pinggir jalan, dan kadang ide yang kita anggap biasa ini yang menjadi sebuah ide yang menarik dan bagus diproduksi. Jadi mulailah kita untuk bepfikir supaya peka terhadap kejadian yang terjadi.
Kedua, menuliskan film statement. Film statement yaitu penulisan ide yang sudah ke kertas, sebagai panduan kita dilapangan saat pengambilan Angel. Jadi pada langkah kedua ini kita harus menyelesaikan skenario film dan memperbanyak referensi sehingga film yang kita buat telah kita kuasai seluk-beluknya.
Ketiga, membuat treatment atau outline. Outline disebut juga script dalam bahasa teknisnya. Script adalah cerita rekaan tentang film yang kita buat. script juga suatu gambar kerja keseluruhan kita dalam memproduksi film, jadi kerja kita akan lebih terarah. Ada beberapa fungsi script. Pertama script adalah alat struktural dan organizing yang dapat dijadikan referensi dan guide bagi semua orang yang terlibat. Jadi, dengan script kamu dapat mengkomunikasikan ide film ke seluruh crew produksi. Oleh karena itu script harus jelas dan imajinatif. Kedua, script penting untuk kerja kameramen karena dengan membaca script kameramen akan menangkap mood peristiwa ataupun masalah teknis yang berhubungan dengan kerjanya kameramen. Ketiga, script juga menjadi dasar kerja bagian produksi, karena dengan membaca script dapat diketahui kebutuhan dan yang kita butuhkan untuk memproduksi film. Keempat, script juga menjadi guide bagi editor karena dengan script kita bisa memperlihatkan struktur flim kita yang kita buat. Kelima, dengan script kita akan tahu siapa saja yang akan kita wawancarai dan kita butuhkan sebagai narasumber.
Keempat, mencatat shooting. Dalam langkah keempat ini ada dua yang harus kita catat yaitu shooting list dan shooting schedule. Shooting list yaitu catatan yang berisi perkiraan apa saja gambar yang dibutuhkan untuk flim yang kita buat. jadi saat merekam kita tidak akan membuang pita kaset dengan gambar yang tidak bermanfaat untuk film kita. Sedangkan shooting schedule adalah mencatat atau merencanakan terlebih dahulu jadwal shooting yang akan kita lakukan dalam pembuatan film.
Kelima, editing script. Langkah kelima ini sangat penting dalam pembuatan film. Biasa orang menyebutnya dengan pasca produksi dan ada juga yang bilang film ini terjadinya di meja editor. Dalam melakukan pengeditan kita harus menyiapkan tiga hal adalah menbuat transkip wawancara, membuat logging gambar, dan membuat editing script. Dalam membuat transkipsi wawancara kita harus menuliskan secara mendetail dan terperinci data wawancara kita dengan subjek dengan jelas.
Membuat logging gambar ini maksudnya, membuat daftar gambar dari kaset hasil shuuting dengan detail, mencatat team code-nya serta di kaset berapa gambar itu ada. Terakhir ini merupakan tugas filmmaker yang membutuhkan kesabaran karena membuat editing scrip ini kita harus mempreview kembali hasil rekaman kita tadi ditelevisi supaya dapat melihat hasil gambar yang kita ambil tadi dengan jelas. Dengan begitu kita akan mebuat sebuah gabungan dari Outline atau cerita rekaan menjadi sebuah kenyataan yang dapat menjadi petunjuk bagi editor.
Dengan meneyelesaikan langkah di atas maka kita mecoba mencari sponsor untuk memutar film di khalayak umum. Jika sudah ada maka anda siap-siap jadi orang terkenal. Jadi sekarang tunggu apalagi bagi filmmaker pemula mulailah tunjukan bahwa karya kamu dapat dinikmati dan menarik untuk di tonton oleh semua kalangan.
Diposting oleh ItzMe_Nindee di 03.28 0 komentar
Sabtu, 16 Mei 2009
Nominasi Indonesian Movie Awards 2009
Kapanlagi.com - Perfilman Indonesia yang mulai bangkit pada beberapa tahun terakhir ini membuat ajang penghargaan di bidang film pun semakin beragam. sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa di dunia film. Salah satunya adalah Indonesian Movie Awards (IMA).
Para kontestan yang masuk ke dalam daftar nominasi Indonesian Movie Awards 2009 ini disaring dari film-film yang rilis pada 31 Januari 2008 hingga 28 Februari 2008. Total jumlah yang disaring oleh panitia adalah 42 judul film dari 75 judul film yang beredar.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Dalam IMA 2009 yang akan dipandu oleh Luna Maya, Raffi Ahmad, dan Ruben Onsu ini, terdapat dua kategori yang dilombakan, penghargaan terbaik versi dewan juri dan penghargaan terbaik favorit yang diambil berdasarkan polling sms.
Berikut adalah daftar nominasi IMA 2009 yang bakal dilaksanakan pada Sabtu malam (16/5) di Lapangan Tennis Indoor Senayan:
Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik:
Ikranagara (LASKAR PELANGI)
Lukman Sardi (PENCARIAN TERAKHIR)
Nicholas Saputra (3 DOA 3 CINTA)
Sophan Sophian (LOVE)
Winky Wirawan (GARA-GARA BOLA)
Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik:
Cut Mini (LASKAR PELANGI)
Ladya Cheryl (FIKSI)
Revalina S Temat (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)
Richa Novisha (Pencarian Terakhir)
Widyawati (LOVE)
Nominasi Pemeran Pembantu Pria Terbaik:
Ario Bayu (LASKAR PELANGI)
Joshua Pandelaky (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)
Lukman Sardi (KAWIN KONTRAK LAGI)
Rifnu Rafika (KAWIN KONTRAK LAGI)
Yoga Pratama (3 DOA 3 CINTA)
Nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terbaik:
Asri Pramawaty (SUAMI-SUAMI TAKUT ISTRI)
Kinaryosih (FIKSI)
Nasya Abigail (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)
Sarah Sechan (SI JAGO MERAH)
Sigi Wimala (KALAU CINTA JANGAN CENGENG)
Nominasi Pendatang Baru Wanita Terbaik:
Jeny Chang (KARMA)
Laura Basuki (GARA-GARA BOLA)
Sharon Jessica (CHIKA)
Nominasi Pemeran Utama Pria Tervaforit:
Ikranagara (LASKAR PELANGI)
Lukman Sardi (PENCARIAN TERAKHIR)
Nicholas Saputra (3 DOA 3 CINTA)
Sophan Sophian (LOVE)
Winky Wirawan (GARA-GARA BOLA)
Nominasi Pemeran Utama Wanita Terfavorit:
Cut Mini (LASKAR PELANGI)
Ladya Cheryl (FIKSI)
Revalina S Temat (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)
Richa Novisha (Pencarian Terakhir)
Widyawati (LOVE)
Nominasi Pemeran Pembantu Pria Terfavorit:
Ario Bayu (LASKAR PELANGI)
Joshua Pandelaky (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)
Lukman Sardi (KAWIN KONTRAK LAGI)
Rifnu Rafika (KAWIN KONTRAK LAGI)
Yoga Pratama (3 DOA 3 CINTA)
Nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terfavorit:
Asri Pramawaty (SUAMI-SUAMI TAKUT ISTRI)
Kinaryosih (FIKSI)
Nasya Abigail (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)
Sarah Sechan (SI JAGO MERAH)
Sigi Wimala (KALAU CINTA JANGAN CENGENG)
Nominasi Soundtrack Terfavorit:
Ayat-ayat Cinta (Rossa)
Laskar Pelangi (Nidji)
Kesempatan Kedua (Tangga)
Sempurna (Gita Gutawa)
I Love U Bibeh (The Changcuters)
Nominasi Film Terfavorit:
3 DOA 3 CINTA
AYAT-AYAT CINTA
FIKSI
GARA-GARA BOLA
KALAU CINTA JANGAN CENGENG
LASKAR PELANGI
LOVE
PENCARIAN TERAKHIR
PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN
Diposting oleh ItzMe_Nindee di 06.18 3 komentar
Minggu, 03 Mei 2009
Malez...
Hari ini hari minggu....males..males...males...besok kuliah..kuliah...tugas...pulang...makan..dan sebagainya..sangat membosankan....aku kangen liburan...kangen rumah...kangen teman-teman sma....kangen semuanyaaaaaaaaaaa............kangen masa laluku jugaaaaaaaa.hemphhhhhh..........pokoknya kangen dechhhh............
Diposting oleh ItzMe_Nindee di 04.34 1 komentar